Cirebon, Suarabuana.com_
Dalam dinamika organisasi sebesar Nahdlatul Ulama (NU), jebakan mentalitas ana wal akhar (aku dan yang lain/mereka) sering kali menjadi celah yang melemahkan potensi besar organisasi. Sikap ini memunculkan fragmentasi, di mana kader terjebak dalam sekat-sekat kelompok, faksi, atau kepentingan personal.
Realitas ini menuntut kita untuk melihat realitas bahwa tantangan zaman di abad kedua NU tidak bisa diselesaikan oleh satu figur atau satu kelompok saja. Menghadapi disrupsi teknologi, tantangan ekonomi umat, dan pergeseran nilai sosial, kita harus menyadari bahwa kekuatan NU terletak pada keragaman potensi yang dimilikinya. (KH. IMAM JAZULI, Lc, MA. / AGUNG)
