BerandaDaerahGus Salam; Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

Gus Salam; Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

Makasar, SuaraBuana.com_
Suasana kebatinan struktural NU di berbagai wilayah bisa dirasakan dari dekat dengan perbincangan hangat dalam forum silaturrohim. Perubahan performa dan kinerja jam’iyyah terutama PBNU, selalu menjadi harapan jembatan amanat untuk mengantarkan NU lebih manfaat di setiap daerah di Indonesia.

Kali ini, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) ingin melihat dari dekat, memahami dengan cermat dan merasakan denyut nadi jam’iyyah NU di Sulawesi Selatan. Ia bersilaturrohim dengan para dato’, tomakaka, dan gurutta yang menggerakkan Nahdlatul Ulama di wilayah agraris dan maritim komunitas suku Bugis.

Jum’at, 5 Juni 2026, forum silaturrohim KH Abdussalam Shohib bersama PWNU dan PCNU se-Sulawesi Selatan digelar di Hotel UIN Alauddin, Makasar. Forum mengangkat tema “Menjaga Langit Pesantren, Menata Organisasi Serta Menggerakkan Inovasi Demi Melayani Umat Dengan Arif dan Hikmat”; sebuah harapan transformasi NU untuk khidmah demi umat.

Saat ditemui jelang pelaksanaan forum, Gus Salam menyampaikan hormat dan ta’dhimnya kepada Rais Syuriyah, AG. DR. KH. Baharuddin, HS., M.A. dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH Hamzah Harun Al-Rasyid, M.A. Keduanya berkenan bertemu dan memfasilitasi silaturrihim dengan PCNU se-Sulawesi Selatan.

“saya datang untuk silaturrohim, karena para kiai sepuh di Jawa meminta agar saya sering silaturrohim ke semua elemen NU, terutama para sesepuh NU di daerah-daerah,” ucap Gus Salam (5/6/2026).

“kemarin saya sowan silaturrohim Rais dan Ketua PWNU Sulsel. Beliau berdua adalah ulama panutan di tanah Bugis, sekaligus akademisi hebat yang menjadi referensi generasi muda NU,” katanya, menambahkan.

Ketua PWNU Sulsel, Prof. Dr. KH Hamzah Harun Al-Rasyid, lanjut Gus Salam, meminta agar proses menuju Muktamar ke35 NU dijalankan dengan keterbukaan dan menjaga persaudaraan. Beliau juga meminta kepada para kandidat calon ketua umum beserta para pendukungnya agar fokus pada agenda kebaikan yang diperjuangkan dan tidak perlu saling menjelekkan atau merendahkan.

Berbeda dengan Ketua, Rais Syuriyah PWNU Sulsel, AG. DR. KH. Baharuddin, HS., M.A, berpesan kepada para kandidat calon Ketua Umum PBNU agar menata niat yang lurus, istiqomah dan ikhlas dalam berkhidmah. Beliau berharap para kandidat memiliki landasan ilmu yang mendalam serta memberi teladan nyata dan etika yang luhur.

Dalam paparan perkenalannya di forum silaturrohim, Gus Salam menyampaikan pujiannya kepada pengurus dan penggerak NU Sulawesi Selatan.

“semangat keagamaan mewarisi dan bersanad pada pendahulu kesultanan-kesultanan Bugis. Berkarakter dengan etos tinggi untuk menjaga harmoni sosial,” ungkap Gus Salam.

“apalagi, pimpinan dan pengurus NU Sulsel, dominan akademisi dengan keahlian dan spesifikasi yang bisa membawa jam’iyyah pada manfaat nyata bagi umat dan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut Gus Salam mengungkap pandangannya, bahwa potensi agraris dan maritim Sulawesi Selatan perlu dikelola untuk kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren atau jam’iyyah di tingkat MWC dan Ranting. Jaringan 24 PCNU se-Sulsel menjadi modal mengkonsolidasi keberdayaan umat, dan PBNU berperan sebagai konduktor yang mengorkestrasi berbagai inisiatif dan gerakan khidmah.

“PBNU bisa berperan untuk membuka jejaring ekonomi nasional, memfasilitasi lembaga keuangan syariah berbasis nahdliyyin dan off-taker; pengatur sirkulasi produksi ke jaringan pasar,” kata Gus Salam.

Beberapa PCNU yang hadir dalam forum silaturrohim menyatakan apresiasinya terhadap Gus Salam bersama masyayikh pesantren Ploso Kediri yang telah datang dari Jawa ke tanah Bugis. Terutama niatan ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU dengan mengedepankan rekonsiliasi nasional, membangun kebersamaan dan soliditas pengurus hingga tingkat MWC.

“Saya mengapresiasi silaturrohim Gus Salam yang tidak hanya di Jawa, juga luar Jawa. Dan, tentunya akan bermanfaat tidak hanya bagi pengurus, juga warga NU. Terutama untuk mengembalikan marwah NU,” kata Drs. H. Ahmad Jaelani dari Jeneponto.

“Saya turut apresiasi upaya Gus Salam untuk mensolidkan khidmah pengurus PCNU hingga MWC. Dan, saya berharap daerah-daerah yang memiliki lahan, bisa dibantu untuk pendirian dan pembangunan pesantren NU,” ungkap Dr. KH. Musram Mustafa dari Sinjai.

Rais PWNU Sulawesi Selatan yang turut hadir dalam forum silaturrohim mengingatkan pengurus tentang dinamika NU jelang Muktamar. Menurutnya, itu dikarenakan banyak kandidat yang maju sebagai ketua umum. Namun, ia berharap semua berjalan dan berakhir sejuk.

“Yang terpenting bagi kandidat ketua umum PBNU; ia muallim, berpengetahuan luas, zuhud; tidak ambisi duniawi, dan muharriq; muda, mau bergerak dan menjadi penggerak, serta ikhlas; berniat baik dan suci untuk khidmat,” kata AGH. Baharuddin.

“Dan, kriteria-kriteria itu juga dimiliki oleh Gus Salam,” tegasnya.

Silaturrohim Gus Salam bersama PWNU-PCNU se-Sulsel berjalan gayeng. Peserta forum antusias mengikuti awal hingga akhir. Bahkan usai forum, masing-masing peserta meminta photo bersama Gus Salam. Peristiwa dinamis seperti itu memicu tanggapan Rais PCNU Soppeng.

“Untuk pertama kalinya, ada kandidat calon Ketua Umum PBNU yang semua peserta antusias sampai akhir dan satu persatu minta photo bareng dengan Gus Salam,” ungkapnya kepada tim pendamping Gus Salam. (AGUNG)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments