BerandaDepokNormalisasi LGBT Harus Diwaspadai Sebagai Upaya Pelemahan Moral dan Mental Oleh Agen...

Normalisasi LGBT Harus Diwaspadai Sebagai Upaya Pelemahan Moral dan Mental Oleh Agen Komprador Asing

Depok, SUARABUANA.com – Isu terkait komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi sorotan publik, khususnya yang berkaitan dengan Universitas Indonesia (UI). Diskusi yang berkembang menggunakan istilah “normalisasi”, ini dimaknai sebagai upaya menjadikan perilaku atau identitas tersebut sebagai hal yang wajar dan patut ditiru, yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama dan nilai kesusilaan yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia.

Hal ini mendapat kecaman keras oleh Yudi Herawan, Ketua DPD FPMP KOTA DEPOK, “Normalisasi LGBT harus diwaspadai sebagai upaya pelemahan moral dan mental oleh agen komprador asing yang di era globalisasi ini sangat mudah menyusup ke dalam institusi strategis seperti kampus”, ujarnya.

“Di ranah intelektual perlu adanya kajian antitesa terhadap normalisasi LGBT ini, jangan asal tolak tanpa kajian yang mendalam secara edukatif, argumentatif, moral, norma, dan ketahanan nasional agar tertutup celah pembenaran normalisasi LGBT dari aspek apapun”, tambah Yudi saat dimintai tanggapan Minggu (5/7/26) di warkop Mlipir Sukmajaya.

“Mayoritas masyarakat Indonesia, termasuk banyak sivitas akademika UI, menganut ajaran agama yang memandang hubungan sesama jenis dan perubahan identitas gender sebagai hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Selain itu, norma budaya lokal juga meletakkan dasar keluarga dan hubungan dalam konteks laki-laki dan perempuan”, ungkapnya.

“Di Indonesia, belum ada aturan hukum yang mengakui pernikahan atau status hukum khusus bagi kelompok LGBT. Beberapa peraturan daerah juga memiliki ketentuan yang mengatur tentang kesusilaan. Selain itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga telah menegaskan bahwa tidak boleh ada upaya mempromosikan identitas atau perilaku LGBT di lingkungan satuan pendidikan”, tegas Yudi.

“Jika pembahasan yang tidak disertai pemahaman yang tepat dapat mempengaruhi pandangan mahasiswa dan mahasiswi yang masih dalam tahap pembentukan identitas diri”, Pungkasnya.(Fal)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments