BALIKPAPAN, SUARABUANA.com
Suasana haru mewarnai acara perpisahan salah satu tokoh industri hulu migas Kalimantan Timur, Azhari Idris, yang resmi mengakhiri masa pengabdiannya setelah lebih dari dua dekade berkarya di sektor energi nasional.
Acara pelepasan tersebut, digelar secara hangat dan penuh keakraban di Café Lim Kok Tong Kopi Tiam, Balikpapan Baru, Jumat (15/5-2026), dihadiri insan media, rekan kerja, serta sejumlah mitra industri migas di Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan itu, Azhari Idris mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kalimantan Timur. Baginya, daerah tersebut bukan hanya tempat menjalankan tugas profesional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan keluarganya.
“Saya punya kesan luar biasa. Daerah ini tidak akan pernah saya lupakan,” ujarnya dengan nada haru.
Perjalanan karier Azhari di Balikpapan dimulai pada tahun 2001, saat bergabung bersama Unocal Indonesia. Setelah sempat menjalankan penugasan di Jakarta dan Aceh, ia kembali ke Kalimantan Timur dan dipercaya memimpin SKK Migas Kalsul pada tahun 2021.
Selama memimpin SKK Migas Kalsul, Azhari dikenal aktif mendorong keterlibatan perusahaan daerah dan BUMD dalam pengelolaan sektor hulu migas. Menurutnya, daerah penghasil energi harus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui partisipasi aktif dalam industri strategis tersebut.
Azhari menilai, selama ini kontribusi daerah dalam pengelolaan migas masih belum optimal. Karena itu, pendampingan terhadap BUMD dilakukan agar mampu mengambil bagian dalam proyek-proyek migas di Kalimantan Timur.
Selain itu, salah satu program yang paling mendapat perhatian selama kepemimpinannya adalah pelatihan las industri bagi putra daerah dari keluarga kurang mampu. Program tersebut secara rutin memberangkatkan puluhan peserta ke Batam untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi industri.
“Hampir seratus persen langsung terserap kerja. Bahkan ada yang direkrut perusahaan di Singapura. Kita ingin anak daerah menjadi profesional dan pemimpin industri masa depan,” tegas Azhari.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia lokal menjadi investasi jangka panjang yang jauh lebih penting dibanding sekadar eksploitasi sumber daya alam.
Dipenghujung masa tugasnya, Azhari juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan industri migas Kalimantan Timur. Ia menyebut penemuan cadangan migas baru di wilayah Selat Makassar menjadi sinyal positif bagi kebangkitan produksi energi nasional yang sebelumnya sempat mengalami penurunan.
Ia juga berharap, seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, dapat terus menjaga iklim investasi yang kondusif demi keberlanjutan industri energi di daerah. Selanjutnya Posisi Azhari Idris, akan digantikan oleh Haryanto Safri yang sebelumnya bertugas di wilayah Papua dan Maluku.
“Saya percaya beliau bisa berbuat lebih baik lagi untuk Kalimantan Timur,” pungkasnya. (PS/FC)
