BerandaDaerahPNIB Bagikan 1945 Takjil Di Tugu Jogja, Gus Wal:...

PNIB Bagikan 1945 Takjil Di Tugu Jogja, Gus Wal: Persatuan Indonesia Dan Keselamatan Bangsa Di Atas Segalanya

Yogyakarta, Suarabuana.com_
Organisasi masyarakat lintas agama, budaya, dan tradisi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) kembali menggelar aksi sosial berbagi takjil di kawasan Tugu Yogyakarta, selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi Ramadhan sekaligus seruan menjaga perdamaian, toleransi, serta memperkuat persatuan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, pengurus PNIB Yogyakarta bersama para anggota yang berasal dari berbagai latar belakang agama membagikan 1.945 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Angka 1945 dipilih sebagai simbol semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagaimana tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus selalu menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

“Kami membagikan 1.945 takjil sebagai simbol semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, merawat persaudaraan, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” ujar Gus Wal.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan anggota PNIB dari berbagai latar belakang agama yang bersama-sama turun ke jalan untuk berbagi kepada masyarakat. Hal ini, menurutnya, menjadi wujud nyata bahwa keberagaman di Indonesia justru menjadi kekuatan untuk memperkuat persatuan nasional.

Setelah kegiatan berbagi takjil, para pengurus dan anggota PNIB Yogyakarta juga melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan lintas agama dan budaya yang selama ini menjadi nilai utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Gus Wal menegaskan bahwa PNIB akan terus berada di garis depan dalam menjaga nilai kebhinekaan, menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme terorisme, serta ideologi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Yang lebih penting dari kepentingan politik adalah kemanusiaan. Persatuan Indonesia dan keselamatan bangsa harus selalu ditempatkan di atas segala kepentingan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen PNIB untuk terus hadir di tengah masyarakat secara nyata, tidak hanya menyuarakan gagasan di ruang publik atau media sosial, tetapi juga melakukan aksi sosial yang langsung dirasakan masyarakat.

“PNIB ingin menunjukkan bahwa menjaga Indonesia tidak cukup dengan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” tutup Gus Wal. (AGUNG)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/