BerandaJawa TimurPNIB Berharap Polres Pamekasan Dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab Demi Jawa...

PNIB Berharap Polres Pamekasan Dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab Demi Jawa Timur Dan Indonesia Aman Damai

Surabaya, Suarabuana.com_Sabtu 09 Mei 2026 (09/05/2026) Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), kembali menegaskan sikap organisasinya terkait rencana kehadiran Rizieq Shihab dalam kegiatan bertajuk Tabligh Akbar & Istighosah untuk Palestina di Pamekasan yang rencananya digelar di Lapangan Pegantenan.

Dalam pernyataannya, PNIB secara terbuka meminta kepada aparat keamanan, khususnya Polres Pamekasan dan Polda Jawa Timur, untuk mempertimbangkan secara serius aspek keamanan dan ketertiban masyarakat sebelum memberikan izin kegiatan tersebut. Gus Wal menilai, Jawa Timur sebagai wilayah dengan basis keagamaan tradisionalis yang bertoleransi kuat dan relatif kondusif, tidak boleh dijadikan pintu masuk bagi potensi gesekan sosial yang merusak kebhinekaan dan persatuan.

“Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang religius sekaligus rukun. Jangan sampai stabilitas itu terganggu oleh kehadiran figur yang rekam jejaknya kerap memicu polemik,” ujarnya.

PNIB juga menyoroti bahwa isu Palestina merupakan isu kemanusiaan global yang semestinya menjadi ruang persatuan, bukan justru dimanfaatkan sebagai panggung bagi tokoh tertentu yang dikenal sebagai sosok residivis kriminal untuk membangun kembali pengaruhnya yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Lebih lanjut, Gus Wal menegaskan bahwa langkah pencekalan atau penolakan izin bukanlah bentuk pembatasan dakwah, melainkan bagian dari upaya preventif negara dalam menjaga ketertiban umum serta keselamatan rakyat dan bangsa Indonesia.

“Ini bukan soal melarang dakwah, tapi soal menjaga ruang publik agar tidak disusupi agenda yang berpotensi memecah belah. Negara harus hadir sebelum konflik itu terjadi, bukan setelah terjadi Konflik,” tegasnya.

PNIB juga kembali mengingatkan bahwa organisasi Front Pembela Islam (FPI) telah dibubarkan oleh pemerintah, sehingga segala bentuk upaya menghadirkan kembali simbol maupun tokoh yang identik dengan organisasi tersebut perlu disikapi dengan kewaspadaan tinggi.

Di sisi lain, PNIB mendorong agar kegiatan keagamaan seperti Istighosah dan tabligh akbar tetap dilaksanakan dengan menghadirkan tokoh-tokoh ulama’ yang mampu memperkuat persatuan, menjaga kesejukan, serta mengedepankan nilai-nilai kebangsaan.

“Kalau tujuannya murni untuk Palestina, maka seharusnya yang dihadirkan adalah figur pemersatu, bukan yang membawa beban konflik masa lalu,” jaga bangsa bela negara, lestarikan tradisi budaya nusantara, tolak dan lawan Intoleransi, khilafah radikalisme anarkisme terorisme, serta jangan pernah biarkan hti pki tpi bangkit lagi, pungkas Gus Wal. (AGUNG)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments