Oleh : Ketua Kantor Hukum Abri
✨ RENUNGAN BAGI YANG MEMILIKI JABATAN, KEKUASAAN & KEKAYAAN ✨
Bagaimana kabarmu sekarang, wahai KURSI yang pernah begitu membanggakan?
Dulu, saat kau duduk di singgasana itu, rasanya dunia seakan berada di genggaman tanganmu. Segala sesuatunya terasa begitu “basah”, lancar, dan berjalan mulus tanpa hambatan. Gaya hidupmu mewah, pergaulanmu pun sangat selektif dan pilih-pilih. Kau hanya mau berinteraksi dengan mereka yang dianggap setara, “se-level”, atau yang bisa memberi manfaat bagi jabatanmu.
Orang-orang biasa, atau mereka yang kau anggap “di bawah”, sering kali kau remehkan, kau hina, atau bahkan kau tepisahkan begitu saja dari lingkaranmu. Kau merasa hebat, kau merasa paling berkuasa, dan kau pikir keadaan ini akan abadi selamanya.
Namun kini…
Saat kilau keemasan kursi itu telah pudar, saat masa bakti telah usai, dan kekuasaan itu perlahan sirna serta berlalu meninggalkanmu…
Lihatlah dirimu sekarang. Kenapa kau masih berharap mendapatkan privilege dan keistimewaan yang sama seperti dulu? Kenapa kau masih menganggap dirimu layak diperlakukan bak raja, padahal singgasana itu sudah bukan milikmu lagi?
Adakah kaca di rumahmu, Kawan?
Mengapa engkau begitu lupa menatap bayangan dirimu sendiri? Bahkan saat kau berdandan rapi sekalipun, kau seolah buta melihat kenyataan bahwa segalanya telah berubah.
💡 INGATLAH HAKIKAT HIDUP INI:
Roda kehidupan tak pernah berhenti berputar.
Ada masanya kita berada di Puncak Kejayaan, dihormati, disegani, dan segala keinginan terpenuhi. Namun, tak ada yang abadi. Akan tiba masanya kita pun harus turun, dan menyadari bahwa kehidupan juga memiliki Bagian Dasarnya.
Harta, Jabatan, dan Kekuasaan itu hanyalah titipan.
Ia datang ada waktunya, dan ia pun akan pergi ada masanya.
Jangan pernah sombong dan angkuh saat memilikinya.
Karena kelak, ketika semua itu habis, ketika kau jatuh dan berada di titik terendah, barulah engkau akan sadar…
Siapa yang akan engkau mintai tolong? Seringkali, tangan yang engkau butuhkan saat terpuruk adalah tangan orang-orang yang dulu pernah kau hina, kau remehkan, dan kau buang saat kau sedang di atas.
Sungguh, itu akan menjadi rasa malu yang sangat besar.
Dan satu hal yang perlu engkau tahu:
Jangan samakan aku dengan orang-orang yang mulai meninggalkanmu karena habis manis sepah dibuang.
Aku tetaplah aku, si Bakul Kayu yang apa adanya.
Hingga detik ini, aku masih menganggapmu sebagai Guru dan Seniorku. Aku tidak melihat dari jabatan atau hartamu, tapi dari ilmu dan pengalamanmu. Aku akan tetap ada, tetap menemanimu, baik saat kau di atas maupun saat kau di bawah.
Tapi ingatlah, tidak semua orang sepertiku.
Karena sifat dasar manusia seringkali baik dikala ia ada maunya, atau saat Anda memberi manfaat untuknya.
Maka, berbuat baiklah dan rendah hatilah selagi kau masih bisa.
Agar dikala kita butuh bantuan di kemudian hari, kita tidak perlu merasa malu karenanya.
Salam Hormat & Renungan,
Dari Bakul Kayu Pinggiran Jalan Sukahati.
📌 JIKA ANDA BUTUH:
●》 Bantuan Hukum Atau Konsultasi Hukum…?
●》 Mebel Ukiran Khas Jepara Dan Rumah Joglo Yang Berkualitas…?
●》 Atau Ingin Koleksi Mobil Jeep & Mobil-Mobil Jadul Lainnya…?
Silakan Hubungi:
📞 0818.966.234
#RenunganMalam #PostPowerSyndrome #HidupJanganSombong #IngatAsalUsul #JabatanHanyaIbatan #KekuasaanPastiBerakhir #RodaKehidupan #IntrospeksiDiri #HartaBukanSegalanya #MenjadiManusiaBerguna #PesanBijak #LowProfile #HormatiOrangLain



