BerandaJawa TengahKH. Muhammad Roghib Mabrur Kamus Berjalan Dan Pakar Ilmu Balaghah, Mutiara Dari...

KH. Muhammad Roghib Mabrur Kamus Berjalan Dan Pakar Ilmu Balaghah, Mutiara Dari Sarang

Rembang, Suarabuana com_
KH. Muhammad Roghib Mabrur adalah sosok ulama alim nan bersahaja dari Sarang yang amat disegani karena kedalaman ilmunya yang luar biasa. Beliau yang merupakan ayahanda dari Agus Imam Rahmatullah ini mendapat julukan istimewa di kalangan santri sebagai kamus berjalan berkat kepakarannya dalam menguasai berbagai kitab kuning beserta makna makna lafaznya dengan sangat presisi.

Beliau juga diakui secara luas sebagai seorang master di bidang ilmu balagah. Pencapaian tingkat keilmuan yang amat tinggi ini terasa sangat luar biasa mengingat riwayat pendidikan beliau di pesantren yang terbilang cukup singkat yakni hanya sekitar empat tahun di mana tiga tahun di antaranya bahkan dijalani sembari menempuh pendidikan sekolah formal. Namun berkat rida Allah ilmu yang beliau miliki memancarkan keberkahan yang begitu luas bagi umat.

Dalam kesehariannya KH. Muhammad Roghib Mabrur dikenal sebagai figur ulama yang irit bicara namun sangat teguh dan istiqamah dalam mendedikasikan waktu untuk mengajar santri. Meski usianya sudah sepuh beliau tetap memegang jadwal pengajian yang amat padat. Rutinitas mulia itu terbentang sejak bakda subuh dengan mengkaji kitab Ihya Ulumuddin lalu pada siang hari berlanjut mengajar di Madrasah Ghazaliyah Syafiiyah. Menginjak sore hari beliau mengampu kajian fikih bervolume tebal seperti kitab Al Muhadzdzab dan menutup hari bakda isya dengan mendedarkan kitab fikih yang lebih ringkas seperti Nihayatuz Zain. Keteladanan dan keikhlasannya pernah teruji saat hujan turun sangat deras menjelang waktu isya. Tanpa memanggil santri abdi dalem untuk memintakan payung beliau memilih langsung menembus hujan hingga basah kuyup semata mata demi bisa memimpin salat jemaah di masjid tepat waktu.

Kealiman dan ketulusan hati beliau dalam berkhidmat memunculkan sekelumit kisah karomah yang dikagumi oleh para muridnya. Dipercaya bahwa manakala sang kiai sedang mengajar dan terlupa akan makna spesifik suatu lafaz di dalam kitab beliau cukup memberikan isyarat dengan berdehem pelan dan seketika itu pula makna yang dicari langsung hadir dengan sendirinya. Saat ini kondisi sang kamus berjalan dari Sarang tersebut sudah tampak sepuh dan kerap didera sakit. Sebagai bentuk mahabbah dan takzim mari bersama sama memanjatkan doa terbaik kehadirat Allah agar beliau senantiasa dikaruniai perpanjangan umur kesehatan yang paripurna serta kekuatan untuk terus mengabdi dan menuntun langkah umat. (AGUNG)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments