NGAWI , Suarabuana.com_
Korps PMII Putri (KOPRI) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam (IAI) Ngawi menggelar Sekolah Islam dan Gender (SIG) III pada Kamis hingga Jumat, 29–30 Mei 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Muslimat NU Dadapan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi ini dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon.
Acara ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi para kader untuk meningkatkan kapasitas intelektual, memperkuat kesadaran sosial, serta membangun semangat pergerakan yang kritis dan progresif. Sebagai penutup rangkaian acara, aksi tanam pohon dilakukan sebagai simbol harapan dan keberlanjutan perjuangan kader.
Ketua Komisariat PMII IAI Ngawi, Imam Ali Mushthofa, menyatakan bahwa proses kaderisasi di PMII merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan.”Pohon yang kita tanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat secara langsung. Namun, jika dirawat, disiram, dan dipupuk secara rutin, lima hingga sepuluh tahun ke depan akan tumbuh besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Imam.
Ia menganalogikan hal tersebut dengan proses di organisasi.
Menurutnya, apa yang dipelajari dan diperjuangkan para kader saat ini merupakan bekal yang akan membentuk karakter kepemimpinan serta meningkatkan kepekaan terhadap persoalan masyarakat di masa mendatang.
Melalui SIG III ini, PMII IAI Ngawi berkomitmen untuk terus melahirkan kader yang kritis, tangguh, militan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan lingkungan. (AGUNG)
