Cirebon, Suarabuana.com_
Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon aktif memfasilitasi para santri untuk melakukan study tour ke China. Dari November 2025 sampai Mei 2026, ada 300 santri yang telah diberangkatkan ke China dalam 5 gelombang.
Mereka adalah santri SMP IT, SMA Unggulan Bertaraf Internasional, SMK Broadcast, Madrasah Aliyah Unggulan Bertaraf Internasional, dan SMP Unggulan.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, Lc., M.A., menjelaskan bahwa program study tour ini diselenggarakan untuk membuka cakrawala berpikir para santri terhadap perkembangan dunia internasional.
Menurutnya, China merupakan salah satu negara yang berhasil bangkit dari berbagai tantangan sejarah hingga menjadi kekuatan dunia dalam bidang teknologi, pendidikan, ekonomi, industri, fashion, dan arsitektur.
Melalui program ini, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman perjalanan internasional, tetapi juga memahami pentingnya semangat belajar, inovasi, dan kerja keras dalam membangun peradaban yang maju.
“Dengan melihat langsung perkembangan berbagai kota di China, Macau, dan Hong Kong, para santri dapat mengambil inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan,” tegas Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia.
Panitia study tour menjelaskan, selama di China para santri diajak mengunjungi Macau, Hongkong, Shenzhen, dan Zhuhai. Selain mengeksplorasi tempat bersejarah, pusat perbelanjaan, dan wisata alam, agenda mereka dipadatkan untuk mempelajari destinasi keunggulan negeri Tirai Bambu itu.
Di Hongkong, mereka diajak mengunjungi Kowloon Mosque and Islamic Centre sebagai salah satu masjid terbesar dan tertua. Selain itu, rombongan juga mengunjungi Avenue of Stars yang menampilkan jejak para tokoh perfilman Hong Kong,
Di Shenzhen, rombongan para santri diajak menikmati dan mempelajari Shenzhen Industrial Park. Kawasan ini dikenal sebagai motor utama inovasi teknologi China serta menjadi ekosistem penting dalam pertumbuhan industri digital, riset, dan manufaktur modern.
Di kota ini juga para santri diajak menikmati Shenzhen Zhongshuge Bookstore, toko buku dengan desain arsitektur yang terkenal di dunia.
Untuk agenda company visit, para santri diajak melihat langsung praktik korporasi Rixin Cosmetic di wilayah Zhongshan. Perusahaan tersebut merupakan salah satu produsen kosmetik besar di China yang telah memasarkan produknya ke berbagai negara.
Dampak dari study tour sangat signifikan. Terbukti, banyak santri yang berminat melanjutkan study ke China. Tahun ini, sebanyak 64 lulusan Bina Insan Mulia yang akan meneruskan study ke 15 kampus di China dengan beasiswa. Bahkan untuk tahun 2027, sudah ada 128 santri yang mendaftar akan melanjutkan study ke China.
Para santri yang akan meneruskan ke China telah diterima di fakultas yang beragam di kampus-kampus berikut:
1. Zhejiang University
2. Beijing Institute of Technology
3. Sichuan University
4. Jiangsu University
5. Zhejiang University of Technology
6. I-Shou University
7. National Chi Nan University
8. Changsha University
9. Jiangsu University
10. North Sichuan Medical College
11. Nantong College of Science and Technology
12. Nantong Vocational University
13. Guangxi Modern Polytechnic College
14. Tianjin Maritime Vocational College
15. Kainan University
Menurut Kiai Imam Jazuli, kekuatan kampus-kampus di China umumnya terkait dengan
fokus yang begitu kuat pada STEM (Science, technology, engineering, dan matemathic),
dan teknologi strategis.
Di samping itu, mereka juga membangun keterhubungan yang kuat dengan industri dan kebutuhan nasional. Mereka juga berhasil menghidupkan budaya kompetisi akademik yang produktif.
Karena itu, tambah Kiai Imjaz, kalau Indonesia ingin maju maka harus bisa mengirim para talentanya ke negara-negara yang menjadi pusat keunggulan tertentu untuk dipraktikkan di negeri ini.
“Tidak ada negara yang ujug-ujug maju kecuali setelah belajar dari negara lain yang lebih maju. Inilah yang saya sebut sebagai hukum peradaban. Karena saya ingin santri-santri saya berperan di sejumlah posisi strategis pembangunan Indonesia, maka mereka saya dorong dan saya fasilitasi untuk menimba ilmu di China sebagai pusat kemajuan hari ini,” pungkasnya untuk memotivasi santri. (AGUNG)
