Jombang, Suarabuana.com_Perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama merupakan Demokrasi tertinggi Organisasi Para Ulama Para Kiyai, Santri dan Seluruh Kader dan Keluarga Besar Warga Nahdlatul Ulama Seluruh Indonesia.
Perhelatan Muktamar ke-35 yg akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang, namun dinamikanya sudah mulai memanas,hal ini tentu di picu banyk pihak yg mengevaluasi di bawah Kepemimpinan Gus Yahya dianggap gagal membawa Marwah dan jati diri Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Yg kuat Secara institusi Kelembagaan dan Menjadikan Organisasi Ulama Yg memberikan Keteduhan, Kemaslahatan dengan tetap Kritis utk terus menjadi Jembatan Kemaslahatan bagi Umat dan Rakyat Indonesia Menuju Cita-Cita Demokrasi Masyarakat Sipil Society Yang menjunjung Tinggi nilai-nilai Agama, Kejujuran, Kemanusiaan dan Kemaslahatan.
Namun banyak pihak menilai dan mengevaluasi Kepemimpinan Gus Yahya yg mengedepankan utk menanamkan jadi dirinya melanjutkan Perjuangan dan atau melanjutkan ideologi Perjuangan Gus Dur adalah konta Produktif dan jauh panggang dari api, Gus Dur membangun menuntun Budaya Demokrasi di Nahdlatul Ulama sementara Gus Yahya gagal membangun demokrasi di internal institusi NU fakta menunjukan diseluruh tingkatan tentang dinamika Pemilihan yg calonya bukan dari golonganya dihadang dan kalau tetap terpilih di persulit utk mendapatkan Proses SK ini bukti bahwa Kedewasaan Berdemokrasi Gus Yahya masih jauh dari harapan apalagi mengikuti jejak Gus Dur jelas jauh dari harapan selanjutnya Gus Yahya tidak mampu mengawal dan atau memberikan Ruang dlm memperkuat Dinamika Berfikir Kritis utk Seluruh Kader Nahdlatul Ulama dlm mengawal Wawasan Kebangsaan sebagai wujud Kesadaran Kritis membangun Bangsa dan Negara dan terakhir miskin Gagasan utj memberdayaan Kader dan Seluruh Keluarga Besar Warga Nahdlatul Ulama dari Potensi dan Aset yg ada akan tetapi hanya mengandalkan Potensi Sumber-Sumber dari Kekuasaan yg membuat tidak Mandiri dan menjadi Lemahnya sikap kritis atas segala kebijakan-kebijakan Pemerintah yg tidak berpihak pada Masyarakat, sehingga Nahdlatul Ulama di Bawah Kepemimpinan Gus Yahya tidak mampu dan tidak bisa mengadvokasi hak-hak masyarakat yg tertindas atas kebijakan pemerintah yg memang kurang berpihak terhadap masyarakat.
Model kepemimpinan Gus Yahya yg jauh dari harapan Publik Kader NU dan tentu seluruh Keluarga Besar NU, inilah yg berdampak lemahnya kepercayaan Publik bahkan Internal NU terhadap Institusi NU untuk memperjuangkan banyak hal utk kemaslahatan Umst dan Rakyat Indonesia yg berkeadilan.
Menurut Ketua Aliansi Santri Gus Dur Muhamad Sholihin Pernah menjadi Santri Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yg di dirikan oleh Almagfurllah (KH. Abd. Wahab Chasbullah) Pendiri Penggerak Nahdlatul Ulama, untuk mengembalikan situasi dan Kondisi Jati diri dan Marwah Organisasi Besar Nahdlatul Ulama solusinya tidak ada lain hrs dikembalikan kepada Salah satu Dzuriyah Muasis Nahdlatul Ulama yaitu dari Dzuriyah Hadyrarusyekh Mbh Hasyim Asyari, Mbh Abd Wahab Chasbullah dan Dzuriyah Mbh Bisri Syansuri, namun Kami melihat yg Punya talenta unggul Hanya Gus Muhaimin dengan tidak mengurangi hormat kepada Dzuriyah Pendiri yg lain Kami menggap Gus Muhaimin mempunyai Segudang Perjalanan Panjang baik sebagai Aktivis Pergerakan di Nahdlatul Ulama, juga pernah berkali-Kali menjadi Anggota DPR RI (legislatif) sebagai wakil Rakyat maupun di Pemerintahan di Eksekutif dan sampai sekarang msh ttp di percaya oleh Presiden Prabowo Subianto di Mentri Kordinator Pemberdayaan Masyarakat RI.
Pengalaman dan Perjalanan Panjang Kader NU Seperti Gus Muhaimin di Nahdlatul Ulama sangat jarang dan ada tapi mungkin sedikit, Gus Muhaimin Walau dari Dzuriyah Mbh Bisri Syansuri tapi sepak terjang dan Pergerakan yang hampir sama dg Pergerakan Mbh Wahab Chasbullah Tanpa kenal lelah, Cerdas dan Konsisten terhadap dinamika Sosial Politik Kebangsaan dan Kemanusiaan makanya sangatlah tepat dan layak Gus Muhaimin utk Ikut Membenahi dinamika Organisasi NU yg Solid, Dinamis, Terbuka dan Demokratis agar NU mampu membawa Dampak Kepemimpinan Yg Maslahat baik Di Internal maupun utk Umat dan Rakyat Indonesia yg Berkeadilan dan menjungjung tinggi Penegakan Hukum utk Mewujudkan Kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia. (MUH. SHOLIHIN/AGUNG)
