Surabaya, Suarabuana.com_
Perang militer di era modern sudah menggunakan perangkat tehnologi persenjataan udara yang mengakibatkan kerusakan dahsyat secara fisik. Israel dan Amerika yang kini sedang berperang melawan Iran menyita perhatian seluruh dunia akan dampak global yang ditimbulkannya. Tayangan video dokumentasi di berbagai media menjadi tontonan ironis bagi siapa saja , termasuk kita di Indonesia.
“Kedahsyatan perang Iran Vs Amerika dan Israel yang bisa kita saksikan dalam hitungan jam seusai kejadian, menjadi bukti bahwa perang bisa merubah perhatian seluruh dunia. Ketakutan dan kengerian yang kita saksikan membuktikan bahwa kehancuran pasti terjadi di kedua belah pihak. Sisi kemanusiaan kita terpanggil menjadi bentuk keprihatinan mendalam bahwa pertikaian antar negara korban utamanya adalah manusia juga” ungkap AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) Ketua Umum Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menanggapi situasi global yang sedang berkecamuk perang.
Para pemimpin negara yang memutuskan untuk berperang seolah sedang mempertaruhkan hidup mati warga negaranya untuk sebuah kepentingan kekuasaan. Membunuh atau dibunuh, menghancurkan atau dihancurkan menjadi resiko dari keputusan berperang. Perdamaian Harga Mati, Perang Selalu Menghasilkan Penjajahan Baru Bagi yang Kalah, Tegas Gus Wal.
“Perdamaian yang sedang kita nikmati ini menjadi sesuatu patut kita syukuri jika menengok di negara lain yang sudah tidak memiliki kedamaian hidup karena dilanda perang. Pro kontra dukungan kepada masing-masing negara jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan kita. Ini yang harus kita waspadai dampak global yang terjadi di luar arena perang. Mendoakan perang segera usai adalah kebijaksanaan hati, toh apabila kita mendukung salah satu negara juga tidak bisa merubah apapun.” Imbuh Gus Wal.
PNIB sebagai ormas yang gencar menyuarakan persatuan, kesatuan dan perdamaian menghimbau kepada semua pihak untuk tidak menciptakan perang dukungan sendiri di Indonesia. Menjadi catatan penting bahwa perselisihan antar negara selalu diawali dengan perseteruan antar warganya.
“Janganlah kita menciptakan perang dukung mendukung di dalam negeri. Ini bisa berpotensi perpcahan yang lebih besar lagi jika tidak diantisipasi. Berpikir tentang kemanusiaan dari dampak perang jauh lebih penting daripada mencari pembenaran siapa yang akan memenangkan peperangan. Perdamaian itu harga mati, peperangan dimanapun setelah usai pada akhirnya akan melahirkan penjajahan baru. Yang menang menjajah yang kalah, begitupula pendukung yang menang akan menjajah pendukung yang kalah. Meskipun negara tersebut jauh di seberang Samudra, mereka tetaplah saudara kita dalam kemanusiaan. Semoga ini menjadi hikmah bagi kita bersama di bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini, Kemanusiaan jauh lebih penting tinimbang apapun, Kita mengutuk keras agresi Israel dan Amerika terhadap Iran, namun penting juga kita sebagai negara yang Non Blok dan Bebas aktif untuk terus menyuarakan perdamaian dunia, dan jangan pernah mempolitisasi agama terhadap perang negara lain terutama Israel dan Amerika vs Iran” pungkas Gus Wal. (AGUNG)



