BerandaOpiniKetika Nyawa Anak Menjawab Harga Sebuah Buku

Ketika Nyawa Anak Menjawab Harga Sebuah Buku

Oleh: Yusuf Blegur

REPUBLIK INI terlalu sering, berkoar-koar soal nasionalisme dan patriotisme. Sampai seorang Anak SD usia 10 tahun, mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku.

Tak ada lagi Statemen kemanusiaan yang bisa diungkapkan, terkait kasus anak meregang nyawa karena tak mampu membeli buku. Kecuali tercatat, sebagai sebuah tragedi yang menghancurkan moral bangsa dan membangkitkan apatisme rakyat terhadap negara!.

Ini gambaran yang nyata, betapa negara yang kaya akan sumber daya, tak sekedar cuma memiskinkan rakyat. Namun, lebih mirisnya lagi negara juga telah membunuh seorang siswa usia 10 tahun yang notabene adalah rakyatnya.

Sistem, bukan saja melahirkan kemiskinan dan kebodohan struktural. Melalui tangan-tangan kotor dan otak jahat distorsi penyelenggaraan negara, kekuasan telah mengangkangi kemanusiaan.

Betapa biadabnya, para pemangku kepentingan publik yang terus melakukan “state organized crime” sambil menyerukan kebaikan dan kemajuan bangsa, yang seolah-olah.

Ditengah-tengah gelompang korupsi aparatur negara, dan dalam terang benderang keangkuhan dan arogansi pejabat serta dalam penjajahan atas nama pemerintahan.

Kembali, meskipun kekayaan alam yang berlimpah, kesuburan tanah yang menyebar dan kultur kuat gotong royong rakyatnya. Negara tak mampu menghentikan kematian seorang anak belia, yang ingin mengejar cita-citanya melalui pendidikan, justru karena tunas bangsa itu tak mampu membeli sebuah buku.

Sekali lagi, ini sungguh menjadi catatan tragedi kemanusiaan menyayat hati rakyat yang selama ini bernaung dalam spirit Pancasila! (®)

Bekasi Kota Patriot,
16 Sya’ban 1447 H/4 Februari 2026.

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/