Surabaya, Suarabuana.com_
Minggu 30 November 2025 (30/11/2025) Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama Pagar Nusa (PN) Nyawiji Surabaya, BEM PTNU Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi NU, Dan FMPN Forum Mahasiswa Pagar Nusa Jawa Timur menggelar Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan serta Hari Toleransi Nasional pada Minggu 30 November 2025. Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute Taman Apsari, Tunjungan, Siola, hingga berdoa untuk para pejuang kemerdekaan 10 November 1945 di area bersejarah Hotel Yamato (Hotel Majapahit).
Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan simbolik, tetapi langkah nyata yang dilakukan oleh PNIB untuk bangsa yang telah dilakukan diberbagai daerah di Indonesia, terakhir 16 November di Malioboro jogja, PNIB Kirab Merah Putih dan Parade budaya nusantara untuk menjaga semangat persatuan dan keberagaman Indonesia di tengah meningkatnya provokasi oleh kelompok-kelompok yang mengusung agenda mencerai beraikan Indonesia dengan intoleransi, Khilafah Anarkisme wahabi Terorisme yang semakin massive di Indonesia terlebih di Jawa Timur.
“Dari Surabaya Kota Pahlawan, Kota Patriot dan Pejuang Kami PNIB menyampaikan dengan sangat jelas, Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia menolak Reuni 212 digelar dimanapun berada. Negara ini sudah sepakat menutup ruang bagi paham khilafah, wahabi ekstrem, serta segala bentuk terorisme. Hari ini, Surabaya memberikan contoh bahwa kekuatan bangsa ada pada keberagaman dan keberanian menolak ideologi wahabi Khilafah Terorisme yang menjadi pemicu pemecah belah persatuan bangsa,” ujar Gus Wal.
Kirab Merah Putih yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat yang berasal dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dll ini juga menjadi simbol bahwa nilai patriotisme tidak boleh menjadi slogan kosong, terutama saat kelompok intoleran masih mendapatkan panggung politik dan diberikan ruang yang sangat bebas oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. PNIB menegaskan bahwa jalan kebangsaan hanya bisa dijaga melalui sikap tegas terhadap ancaman ideologi transnasional wahabi khilafah Terorisme yang bertentangan dengan konstitusi, tegas Gus Wal.
Dalam pernyataannya, PNIB dan Gus Wal mengusung seruan: “Dunia Satu Keluarga, Saatnya Indonesia Setara, Indonesia Aman Makmur Damai Tanpa Intoleransi, Khilafah, dan Terorisme.” Pesan tersebut menjadi penegasan komitmen kolektif bahwa Indonesia hanya bisa maju dalam suasana inklusif, moderat, serta bebas dari politik identitas yang destruktif, urai Gus Wal.
Melalui kirab merah putih dan parade budaya nusantara ini, PNIB, PN Nyawiji Surabaya, BEM PTNU, dan FMPN menyerukan agar seluruh elemen bangsa terus merawat nilai kepahlawanan dengan menjaga ruang publik dari infiltrasi ideologi radikalisme Khilafah Terorisme, sembari memperkuat toleransi dan moderasi beragama sebagai pilar utama kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara.
Mari Bersama Kita Jaga Kampung Desa dari bahaya laten wahabi khilafah Terorisme dan PA 212, dengan menguatkan NASAB Nasionalisme kebangsaan, Toleransi moderasi beragama dan Adat Tradisi Budaya, demi mencapai Indonesia merdeka yang aman makmur damai yang bersih dari narkoba, bersih dari korupsi serta tanpa Intoleransi, Khilafah Anarkisme wahabi Terorisme, Terang Gus Wal.
Acara PNIB Kirab Merah Putih dan Parade budaya nusantara ini diakhiri dengan orasi dari perwakilan PN nyawiji Surabaya, BEM PTNU, FMPN dan Gus Wal selaku Ketum PNIB meminta dengan sangat kepada Gubernur Jawa Timur untuk tidak memberikan Izin kepada PA 212 menggelar acara reuni 212 di Surabaya dan wilayah lain di Jawa Timur dan meminta Kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Presiden Prabowo Subianto agar tidak memberikan Izin acara Reuni 212 diseluruh wilayah Indonesia dan untuk tidak memberikan celah untuk para da’i provokator serta jangan beri ruang bagi berkembangnya ideologi transnasional Khilafah Terorisme yang sangat berpotensi merusak Persatuan dan kedamaian kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, acara ditutup dengan doa bersama lintas agama untuk keselamatan rakyat dan bangsa Indonesia juga untuk saudara saudara kita di semeru lumajang dan sumatra yang sedang mendapatkan ujian musibah bencana alam, tutup Gus Wal. (AGUNG)



