BerandaJawa TengahUji Coba Bus Listrik Semarang Disorot: Baru Beroperasi Langsung...

Uji Coba Bus Listrik Semarang Disorot: Baru Beroperasi Langsung “Trouble”, Organda Pertanyakan Kesiapan Teknis

SEMARANG, Suarabuana.com – Ambisi Pemerintah Kota Semarang untuk menghadirkan transportasi publik ramah lingkungan melalui uji coba bus listrik kini menuai kritik tajam. Jumat, 13 Maret 2026.Belum lama mengaspal, dua merek bus listrik yang diuji coba, VKTR dan INVI, dilaporkan mengalami kendala teknis (trouble) hingga gagal melayani masyarakat secara maksimal.

​Kondisi ini memicu pertanyaan besar dari berbagai pihak terkait kesiapan teknologi dan manajemen perawatan (maintenance) dari masing-masing penyedia unit.

​Fakta Kegagalan Operasional di Lapangan
​Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegagalan operasional ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat sejak peluncuran:

​Bus Listrik VKTR: Mengalami kendala teknis pada hari pertama uji coba, sehingga tidak dapat melanjutkan pelayanan kepada penumpang.

​Bus Listrik INVI: Mengalami “trouble” saat masa uji coba belum genap 15 hari beroperasi di jalanan Kota Semarang.

​Organda Kota Semarang Angkat Bicara
​Pengurus Organda (Organisasi Angkutan Darat) Kota Semarang memberikan teguran keras terkait fenomena ini. Pihaknya menyayangkan lemahnya kesiapan teknis armada yang seharusnya menjadi percontohan transportasi masa depan.

​”Ini menjadi catatan serius. Bagaimana mungkin bus yang statusnya sedang ‘uji coba’ untuk meyakinkan publik, justru sudah mengalami kendala di hari pertama dan minggu-minggu awal?

Kami mempertanyakan bagaimana kesiapan teknis dan komitmen perawatan dari pihak penyedia unit,” ujar perwakilan Pengurus Organda Kota Semarang.

​Organda menekankan bahwa transportasi publik mengutamakan keandalan (reliability). Jika di masa uji coba saja sudah mengalami trobel/macet, maka efektivitas bus listrik dalam menggantikan armada konvensional, harus benar-benar mencari Pabrikan bus Listrik yang lebih Baik.

​Pertanyaan Besar: Kesiapan Teknis & Perawatan
​Kegagalan beruntun ini menimbulkan spekulasi mengenai beberapa titik lemah, di antaranya:

​Adaptasi Medan: Apakah spesifikasi baterai dan motor penggerak sudah sesuai dengan topografi Kota Semarang yang bervariasi?

​Infrastruktur Pendukung: Sejauh mana kesiapan stasiun pengisian daya (charging station) memengaruhi performa baterai?

​Respons Tim Teknis: Mengapa perbaikan memakan waktu lama sehingga layanan ke masyarakat terhenti?

​Masyarakat dan pihak terkait kini menunggu klarifikasi resmi dari manajemen INVI dan VKTR serta langkah konkret dari Trans Semarang untuk mengevaluasi kelayakan kedua merek tersebut sebelum benar-benar diimplementasikan secara permanen.

Mk

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/