Kabupaten Tangerang, SUARABUANA.com – Bau busuk dugaan praktik mafia proyek kembali menyeruak dari tubuh birokrasi Kabupaten Tangerang. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) yang diduga menjadikan proyek pemerintah sebagai ladang setoran bagi pihak tertentu.
Sejumlah rekanan mengaku dipaksa menyetor uang jika ingin menggarap proyek. Tanpa setoran, peluang mereka nyaris tertutup rapat.
“Kalau tidak setor duluan, jangan harap dapat proyek. Tapi kalau setor, pasti mulus. Perusahaan kecil bisa hancur kalau sistem ini dibiarkan,” keluh seorang kontraktor yang enggan disebut namanya, Jumat (29/8/2025).
Ironisnya, praktik kotor itu disebut semakin rapi dengan adanya “pengamanan informasi”. Sumber internal menyebut, oknum dinas rutin membagi amplop ke sejumlah wartawan dan LSM agar suara kritis bisa diredam. Nama US dan EG mencuat sebagai pihak yang diduga kerap menyalurkan amplop secara terang-terangan.
Lebih jauh, penelusuran mengungkap adanya 160 paket proyek tahun ini yang diduga sudah “dibagi-bagi”. Perusahaan tertentu disebut selalu mendapatkan jatah jumbo dengan alasan sebagai “rekanan tetap”. Dalih itu jelas menabrak aturan Perpres Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang menekankan asas transparansi dan persaingan sehat.
Seorang aktivis LSM di Tangerang bahkan menyebut, pola “amplop putih” sudah berlangsung lama. “Begitu ada paket proyek, oknum wartawan dan LSM langsung merapat, lalu ada kode khusus saat amplop dibagikan,” ungkapnya.
Menyikapi dugaan skandal tersebut, Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Banten, Syamsul Bahri, mendatangi Kantor Dinas Perkim Kabupaten Tangerang untuk meminta klarifikasi. Namun upaya itu sia-sia karena tak satu pun pejabat bersedia menemui.
“Kalau mereka terus bersembunyi, kami akan gelar aksi besar-besaran. Apalagi, dugaan praktik kotor ini sudah saya laporkan ke KPK,” tegas Syamsul Bahri.
Syamsul menekankan, tujuannya datang bukan untuk mencari “jatah amplop”, melainkan untuk audiensi resmi. “Pejabat publik harus terbuka, bukan malah menghilang,” ujarnya dengan nada keras.