Depok, SUARABUANA.com — Tindakan arogan diduga dilakukan seorang oknum satpam berinisial (R) di kawasan Jalan Raya Jakarta–Bogor, Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Dua karyawan vendor Foresight Global, inisial(S) dan (R), menjadi korban salah sasaran yang berujung kekerasan.
Peristiwa bermula saat ketiganya dipanggil oleh oknum satpam yang disebut berpangkat “chief” untuk dimintai keterangan terkait persoalan gaji yang belum dibayarkan. Namun ironisnya, persoalan tersebut disebut terjadi di gudang Shopee Depok, bukan di lokasi kerja korban di Tapos.
Alih-alih melakukan klarifikasi secara profesional, oknum tersebut justru bertindak represif. Tanpa bukti yang jelas, korban mengaku mengalami kekerasan fisik.
“Saya dipecut, Pak. HP saya sampai pecah,” ungkap (S) kepada suarabuana dengan nada kecewa.
Tak hanya luka fisik, kerugian materi juga dialami korban akibat ponsel yang rusak. Meski belakangan perangkat tersebut telah diperbaiki oleh pihak pelaku, sikap tanggung jawab dinilai belum sepenuhnya ditunjukkan.
“Istri saya cuma minta tanggung jawab. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan maaf,” tambah (S) .
Kasus ini memunculkan sorotan terhadap profesionalisme dan kewenangan petugas keamanan di lapangan. Dugaan tindakan main hakim sendiri tanpa prosedur yang jelas dinilai mencederai rasa keadilan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk manajemen maupun institusi keamanan setempat. Korban berharap aparat kepolisian segera turun tangan, mengusut tuntas kasus ini, serta memastikan penanganan perkara dilakukan secara objektif dan transparan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penegakan aturan tidak boleh dilakukan dengan cara-cara intimidatif, apalagi hingga menimbulkan korban.(TF)


