BerandaJawa TimurPNIB: Terima Kasih Densus 88, Indonesia “Triple Zero Attack”...

PNIB: Terima Kasih Densus 88, Indonesia “Triple Zero Attack” Dari Ancaman Terorisme

Surabaya, Suarabuana.com_
Rabu siang 7 Januari 2026 (07/01/2026(
Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri atas komitmen dan kerja nyata dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman terorisme melalui pendekatan “Triple Zero Attack”, yakni menekan terorisme hingga nol aksi, nol propaganda, dan nol rekrutmen.

Ketua Umum PNIB, Gus Waluyo Wasis Nugroho, menegaskan bahwa upaya Densus 88 tidak hanya menyelamatkan negara dari serangan fisik, tetapi juga melindungi masyarakat dari penyebaran ideologi kekerasan yang merusak sendi kebangsaan. Menurutnya, terorisme hari ini tidak selalu hadir dalam bentuk bom atau senjata, melainkan menyusup melalui ruang sosial, pendidikan, dan dunia digital.

“PNIB melihat ancaman Khilafah, anarkisme, intoleransi, radikalisme, dan terorisme kini berkembang secara masif dan sistematis, termasuk melalui media sosial, forum daring, hingga game online yang menyasar generasi muda. Karena itu, kerja Densus 88 perlu didukung oleh seluruh elemen bangsa,” ujar Gus Wal.

PNIB secara khusus menekankan pentingnya peran guru, tenaga pendidik, perangkat desa, serta RT dan RW sebagai garda terdepan dalam menangkal penyebaran paham ekstrem. Lingkungan sekolah dan komunitas lokal dinilai sebagai ruang strategis untuk membangun daya tahan ideologis masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.

“Guru bukan hanya pendidik akademik, tetapi juga penjaga nalar dan karakter kebangsaan. Perangkat desa, RT, dan RW harus aktif membaca gejala sosial di lingkungannya, termasuk perubahan perilaku generasi muda yang terpapar narasi kebencian dan kekerasan,” tegasnya.

PNIB mendorong sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sipil agar upaya pencegahan terorisme tidak berhenti pada penindakan hukum semata, tetapi juga menyentuh aspek edukasi, literasi digital, dan penguatan nilai Pancasila serta NKRI.

Menutup pernyataannya, Gus Wal menegaskan bahwa keberhasilan “Triple Zero Attack” hanya dapat terwujud jika negara dan rakyat berdiri pada barisan yang sama. “Mencegah dan Melawan terorisme bukan hanya tugas Densus 88, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh anak bangsa,” pungkasnya. (AGUNG)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/