BerandaJawa TimurPNIB Desak Pemerintah Mempertimbangkan Lagi Keanggotaan Indonesia Dalam BoP,...

PNIB Desak Pemerintah Mempertimbangkan Lagi Keanggotaan Indonesia Dalam BoP, Kembali Menjadi Non Blok

Jombang, Suarabuana.com_
Desakan agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) menguat menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.

Amerika Serikat sebagai pemrakarsa organisasi perdamaian pada kenyataannya justru sedang menciptakan perang yang jauh dari kata perdamaian. Menciptakan kubu dukung mendukung dalam rangka menggalang kekuatan dengan meminjam kata perdamaian.

“Bagaimana mungkin akal sehat kita bisa menerima Indonesia masuk dalam keanggotaan BoP bersanding dengan negara yang sedang mengobarkan perang. Organisasi unfaedah itu tidak lebih dari penggalangan kekuatan blok barat melawan blok timur. Amanat pendiri bangsa kita sebagai negara non blok telah dikhianati” ungkap AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) dalam kapasitas sebagai ketua ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) yang gencar mengecam agresi militer di Iran.

Prinsip politik luar negeri Indonesia sesuai konstitusi adalah bebas aktif. Menurut Gus Wal, partisipasi Indonesia di BoP telah gugur dengan sendirinya karena masuk dalam organisasi yang membiarkan agresi militer terhadap bangsa lain.

“PNIB mendesak pemerintah untuk keluar dari keanggotaan BoP sebagai tanggung jawab pada perdamaian dunia. Masuk BoP akal-akalan Amerika tidak akan menyelesaikan perang. Meskipun kita tidak ikut berperang, namun duduk bersanding dengan negara pencetus perang adalah sikap tidak tegas pada situasi yang berkecamuk. Tidak ada ruginya keluar dari BoP justru dana partisipasi sebesar 17 Triliun lebih bermanfaat disumbangkan untuk kepentingan dalam negeri, seperti pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan” lanjut Gus Wal.

Gus Wal bersama PNIB selanjutnya berharap pemerintah mengkaji ulang hubungan politik dan perdagangan dengan Amerika yang dinilai tidak berimbang.

“Amerika sebagai negara biangnya kapitalis sudah waktunya kita tinggalkan. Kedaulatan dan kemandirian bangsa adalah harga mati yang harus dipertahankan. Penjajahan ekonomi Amerika kepada kita jika terus berlanjut sama halnya ikut membiayai kepentingan Amerika. Kita punya kekayaan SDA yang sudah waktunya diambil dari “penggadaian” Amerika. Kita anti penjajahan dalam bentuk apapun termasuk penjajahan ideologi asing yang membuat bangsa ini tergerus kepercayaan dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Merdeka namun tidak berdaulat adalah penjajahan paling halus yang diciptakan negara kolonialis. Dan kita harus menyadari itu sebagai sesuatu yang menghambat kemajuan bangsa” pungkas Gus Wal. (AGUNG)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/