SUARABUANA.com PERS sejati itu, adalah; mereka yang bernyali menyandang dan senantiasa menjaga profesi mulia sebagai jurnalis independen dan sanggup menjalankan fungsinya dengan baik dan benar tanpa intervensi dari apapun.
Bukan menjadi corong pencitraan, yang cari nyaman bernaung di dalam wadah bentukan Institusi pemerintah yang diberi nama Pokja-pokja atau forum-forum wartawan yang berafiliasi pada penjaga keamanan dari kebobrokan kredibilitas kinerja yang seharusnya mereka kontrol dan awasi. Sehingga kemudian, terjadi pengkotak-kotakan dan penjerumusan profesi kearah jalur melacur.
Pers sejatinya harus menjalankan fungsi, secara independen, tanpa intervensi, pengaruh dan tekanan. Apalagi menjadi peliharaan institusi pemerintah, yang berdampak pada pengkebirian tajamnya mata pena dan fungsi Pers itu sendiri.
Pers sesungguhnya, harus menjadi pengawas dan kritikus yang objektif, bukan sekadar alat pencitraan. Karena Pers itu sejatinya, adalah; ‘mata dan telinganya rakyat’ yang mengontrol kinerja para pengelola kebijakan dalam menjalankan tugas pemerintahan bahkan juga kontrol sosial bagi koorporasi.
Kriteria Pers Sejati, adalah:
– *Independen:* Tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu
– *Objektif:* Menyajikan informasi yang akurat dan tidak bias
– *Berani Mengkritik:* Berani mengkritik kebijakan yang tidak tepat
– *Peduli pada Kebenaran*: Memprioritaskan kebenaran dan keadilan
– *Tidak Berafiliasi*: Tidak berafiliasi dengan kepentingan tertentu
Dengan kriteria tersebut, Pers dapat menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat dalam suatu negara dengan efektif dan semestinya.
Dengan begitu, maka fungsi Pers sebagai pilar ke empat dalam suatu negara akan dapat berjalan dengan efektif dan semestinya!
*Salam satu pena, Salam satu nyali !*
Jakarta, 26 Januari 26.
@Fajar Chan (FC-Goest), Inisiator Forum Wartawan Investigasi Nusantara (For-WIN)



