DEMAK, SUARABUANA.com Seiring dengan menyusutnya debit air yang menggenangi pemukiman warga ariyon mas 6 Desa Kebonbatur pada tanggal 16 hari senin Terjadinya Banjir hari ini camat mranggen kapolsek mranggen danramil mranggen BPBD Lurah Kebonbatur bersama warga bersama tim relawan dan unsur pemerintah setempat mulai bergerak melakukan pembersihan skala besar di rumah-rumah terdampak.
Kondisi sisa banjir meninggalkan endapan lumpur setebal 5-10 cm serta tumpukan sampah yang terbawa arus. Fokus utama aksi hari ini adalah memastikan sanitasi dasar kembali berfungsi dan meminimalisir risiko penyakit pasca-banjir.
Poin Utama Aksi Pemulihan:
Pembersihan Lumpur & Sampah: Warga bahu-membahu mengeluarkan sisa lumpur menggunakan alat seadanya serta bantuan mesin pompa air dari Dinas Pemadam Kebakaran.
Penyemprotan Disinfektan: Guna mencegah penyebaran bakteri Leptospirosis dan penyakit kulit, tim kesehatan telah mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke area pemukiman yang telah bersih dari lumpur.
Distribusi Logistik Kebersihan: Bantuan berupa paket alat kebersihan (karbol, sapu lidi, sikat, dan sarung tangan) telah didistribusikan ke [Jumlah] Kepala Keluarga (KK).
Kesaksian dari Lapangan
”Lumpurnya sangat pekat dan baunya menyengat. Kami berterima kasih karena ada bantuan tenaga dari relawan, kalau dikerjakan sendiri bisa berhari-hari baru selesai,” ujar ketua Rw 29 , salah satu warga terdampak di RW 29.
Imbauan Keselamatan
Pemerintah setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap:
Instalasi Listrik: Pastikan stopkontak dan kabel benar-benar kering sebelum menyalakan aliran listrik.
Hewan Liar: Waspadai adanya ular atau kalajengking yang seringkali ikut terbawa arus banjir dan bersembunyi di sudut rumah.
Kualitas Air: Pastikan sumber air bersih tidak tercemar sebelum digunakan untuk keperluan konsumsi.
Meskipun aktivitas pembersihan terus berjalan, beberapa wilayah rendah terpantau masih memiliki genangan air setinggi mata kaki. Tim gabungan tetap bersiaga di posko terdekat untuk mengantisipasi adanya cuaca ekstrem susulan.
Ucapnya.
Suarabuana melaporkan



