BerandaOpiniMEMAHAMI MAKNA TAQDIR DAN QODHO YANG SELARAS DENGAN SURAT...

MEMAHAMI MAKNA TAQDIR DAN QODHO YANG SELARAS DENGAN SURAT AL-QAMAR AYAT 53

Oleh :
Mas Bro Bogor Raya
Bakul Kayu Pinggiran jalan Sukahati

Surat Al-Qamar Ayat 53
Arab: وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُّسْتَطَرٌ ﴿53﴾
Terjemahan Bahasa Indonesia: Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

Apa Makna Ayat Ini?

Ayat suci ini menyampaikan bahwa seluruh urusan di alam semesta, baik yang sekecil apapun maupun yang paling besar, telah tercatat dengan sangat rinci di dalam Lauhul Mahfuz. Istilah ini secara harfiah berarti Lembaran yang Terpelihara, yaitu kitab suci yang telah ada sejak zaman azali dan menyimpan segala ketetapan Allah SWT. Makna ayat ini juga meliputi setiap amal perbuatan kita, yang selalu diawasi dan dicatat oleh malaikat, sebagaimana disebutkan dalam Surat Qaf ayat 18.

Pengertian Taqdir dan Qodho

Taqdir adalah ketetapan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT terhadap segala sesuatu sejak sebelum alam semesta ada. Mulai dari umur kita, rezeki yang akan kita terima, hingga setiap pilihan dan perbuatan yang akan kita lakukan, semuanya telah dicatat dengan jelas di Lauhul Mahfuz. Qodho adalah saat pelaksanaan dari ketetapan Taqdir tersebut tiba. Artinya, apa yang kita alami setiap hari, baik suka maupun duka, adalah wujud dari apa yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Lauhul Mahfuz.

Bagaimana Korelasinya dengan Ayat Al-Qamar 53?

Semua sudah terencana. Ayat ini menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun hal yang terjadi secara kebetulan. Segala sesuatu yang kita alami sesuai dengan rencana Allah yang telah tercatat di Lauhul Mahfuz jauh sebelum kita ada. Hakikat tanggung jawab juga menjadi pesan penting. Pencatatan setiap perbuatan kecil dan besar di Lauhul Mahfuz mengingatkan kita bahwa kelak di hari akhir, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan. Hal ini juga termasuk dalam rangkaian Taqdir dan Qodho yang telah ditetapkan. Pemahaman ini menjadi pondasi keyakinan. Memahami ayat ini dan konsep Taqdir-Qodho menjadi bagian penting dalam memperkuat keyakinan kita terhadap rencana yang telah disiapkan Allah dan tercatat dalam Lauhul Mahfuz.

Implementasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Konsep ini bukanlah alasan untuk menjadi pasif, melainkan pedoman agar kita hidup dengan lebih bijak. Berikut contoh aplikasinya.

Berusaha maksimal tanpa khawatir. Kita mau membuka usaha bakulan kayu (Berkah Jepara Ukir) seperti yang saya lakukan, atau mencari pekerjaan kantoran, atau kuliah untuk meraih gelar. Meskipun sudah tahu bahwa rezeki telah tercatat di Lauhul Mahfuz, kita tetap harus keluar rumah setiap pagi, merencanakan bisnis dengan baik, atau belajar giat di kelas. Karena usaha dan kerja keras kita juga merupakan bagian dari Taqdir yang telah ditentukan dan tercatat.

Sabar menghadapi cobaan dan syukur atas keberhasilan. Saat musim hujan tiba, penjualan mebel ukir saya menurun drastis, atau mungkin kita mengalami kegagalan dalam ujian atau proyek tertunda. Alih-alih rasanya putus asa, kita belajar bersabar dan mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan. Karena kita tahu bahwa ujian ini juga telah tercatat di Lauhul Mahfuz sebagai bagian dari rencana Allah yang terbaik. Sebaliknya, ketika ada banyak pembeli atau kita berhasil meraih prestasi dalam menjalankan kantor hukum ABRI, kita bersyukur dan tidak merasa sombong karena tahu bahwa semua itu adalah karunia dari Allah.

Bertanggung jawab atas setiap pilihan. Ketika kita harus memilih antara bekerja dengan jujur meskipun hasilnya sedikit, atau mengambil jalan pintas yang tidak benar. Konsep Taqdir-Qodho tidak membuat kita menyalahkan takdir jika memilih yang salah. Sebaliknya, kita tahu bahwa pilihan tersebut adalah salah dan akan dicatat serta akan menjadi beban kita kelak di akhirat. Kita akan mempertanggungjawabkan atas tindakan yang kita lakukan.

Mengambil hikmah dan pembelajaran dari hubungan kita dengan orang lain. Pertemuan kita dengan orang lain, teman, atau bahkan pelanggan melalui bakul kayu dari usaha Berkah Jepara Ukir saya juga merupakan bagian dari Taqdir yang tercatat di Lauhul Mahfuz. Oleh karenanya, kita diajak untuk menjaga hubungan dengan baik, membantu sesama ketika ada kesempatan, dan tidak mudah membenci atau menyalahkan orang lain.

Menghadapi Rasa Frustasi dengan Pemahaman Taqdir dan Qodho

Terkadang kita merasa frustasi ketika usaha yang kita lakukan tidak sesuai harapan. Misalnya saya yang sudah bangun pagi-pagi tapi tidak ada seorang pun pembeli yang datang, atau kita yang sudah belajar dengan giat tapi tidak lulus ujian dalam tes tertentu. Pada saat seperti ini, pemahaman tentang Lauhul Mahfuz, Taqdir, dan Qodho akan membantu kita. Kita tidak merasa bahwa usaha kita sia-sia, karena setiap langkah yang kita lakukan sudah tercatat dan memiliki nilai di sisi Allah. Kita belajar untuk melihat pelajaran di balik setiap cobaan. Mungkin Allah ingin melatih kesabaran kita, atau membuka jalan yang lebih baik yang belum kita lihat. Kita tetap menjaga semangat dan tidak berhenti berusaha, karena kita tahu bahwa waktu pelaksanaan Qodho untuk keberhasilan kita juga telah tercatat di Lauhul Mahfuz dan akan datang pada waktunya yang tepat.

Semoga ulasan ini dapat menginggatkan kita tentang hakikat Taqdir dan Qodho dengan benar, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/