BerandaJawa TimurMBG Program Mulia Ditengah Problematika Implementasi

MBG Program Mulia Ditengah Problematika Implementasi

Magelang, Suarabuana.com_
Program Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan salah satu program prioritas yang sudah dilaksanakan dibawah koordinasi Badan Gizi Nasional. Hingga saat ini tercatat ada  22.275 SPPG ( satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) per Februari, dari target  25.000 unit SPPG pasca Idul Fitri 2026. Sedangkan realisasi anggaran untuk program MBG hingga 21 Februari 2026 tercatat sudah mencapai Rp36,6 triliun.SPPG bertugas mengelola dapur pusat untuk memproduksi dan mendistribusikan makan siang bergizi gratis (MBG) bagi siswa dan ibu hamil, memastikan standar nutrisi, keamanan pangan (HACCP), serta kebersihan tinggi ke lembaga pendidikan, pondok pesantren, 3 B ( Balita, bumil dan busui ) dengan mentargetkan 82,9 Juta penerima manfaat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan utama mengatasi stunting, malnutrisi, dan meningkatkan kualitas SDM melalui pemenuhan gizi anak sekolah, balita, dan ibu hamil/menyusui. Manfaatnya meliputi peningkatan kesehatan dan konsentrasi belajar, penurunan angka putus sekolah, penggerak ekonomi lokal (UMKM/petani), serta memperkuat ketahanan pangan.

Jika kita cermati dari tujuan program ini sangat bagus dan mulia, namun disisi lain tentu dalam setiap program terdapat permasalahan dalam implementasinya, lantas bagaimana sebaiknya masyarakat bersikap, Mengingat akhir akhir ini banyak sekali masyarakat yang menyuarakan soal MBG ini di berbagai media sosial dan juga komentar komentar yang liar dan tajam terhadap program MBG tersebut.

Dalam pernyataan wakil kepala MBG Ibu Nanik sudaryanti Deyang, menegaskan bahwa banyak sekali hoax dan bulyy- an terhadap program MBG. Jika kita cermati ternyata tidak hanya hoax dan bulyy-an dalam komentar baik di medsos maupun pemberitaan, namun kita menemukan beberapa konten yang sengaja memframing bahwa program MBG tersebut salah, tidak layak dilanjutkan, gagal, ladang korupsi, maling berkedok gizi, terkesan memaksakan dan berbagai tudingan lainya ditujukan baik kepada Presiden, Pemerintah, BGN ataupun SPPG.
Sebagai warga negara yang baik, mati kita bedah fenomena ini dengan pikiran dan hati  yang jernih serta penuh kebijaksanaan.

Beberapa waktu lalu beredar video viral yang menarasikan bahwa ada salah satu SPPG di Magelang yang kurang empati melaksanakan bukber di sebuah hotel bintang di kota Magelang, sontak video itu menghebohkan dunia Maya dengan berbagai komentar negatif. Dalam klarifikasinya Aslap SPPG Gondangsari Pakis Magelang, Ahmad Rifky Prayudi menjelaskan bahwa program tersebut merupakan program rutin SPPG dan mitra dalam rangka peningkatan kapasitas karyawan SPPG Gondangsari Pakis Magelang, bahkan sebelumnya juga beberapa kali dilakukan kegiatan bersama baik di resto atau tempat representatif lainya, hal tersebut bertujuan untuk mengenalkan bagaimana cara penyajian/ platting, inspirasi kuliner dan juga belajar tentang citarasa, harapanya kedepan karyawan SPPG mendapatkan pengetahuan komprehensif dan bisa melaksanakan di lapangan, meski program MBG ini memiliki anggaran 8 ribu-10 ribu/ porsi tetapi tidak menutup kemungkinan bisa menyajikan menu ala hotel bintang dengan bahan lokal yang bisa dikemas lebih menarik, yang kedua peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026, dimasa masih libur sekolah dan belum keluar MBG menu kering yang kemudian muncul berbagai keluhan oleh masyarakat tentang menu yang kurang layak dan tidak sesuai dengan harganya, yang ketiga kegiatan tersebut didanai oleh mitra SPPG, bukan uang dari Alokasi SPPG, jadi tidak mengambil hak dari penerima manfaat sepeserpun, yang keempat SPPG Gondangsari Pakis selalu mengutamakan mutu pelayanan sesuai standart bahkan beberapa kali memberikan menu dengan harga di atas ketentuan. SPPG Gondangsari fokus pada pelayanan pemenuhan kebutuhan Gizi bagi penerima manfaat.

Saat ada media mainstream ( postingan telah dihapus oleh radar Magelang ) yang membuat video dengan menarasikan bagian awal menu MBG yang tidak sesuai ( mengambil video dari kabarTuban ) dan menyambungkan dengan video kegiatan buka bersama yang dilakukan oleh SPPG Gondangsari Pakis dengan narasi disaat banyak keluhan menu MBG, SPPG Gondangsari Pakis Magelang malah bukber di hotel mewah dengan menu melimpah, menggambarkan seolah olah SPPG Gondangsari Pakis tidak memiliki empati dengan makan makanan mewah sedangkan anak anak hanya makan dengan menu sederhana, video tersebut telah dihapus oleh pengupload radarmagelang, namun kemudian muncul video dengan potongan yang lebih pendak ditambah dengan narasi yang kurang lebih sama, tayang di suarapembaruan.id dan dibagikan beberapa platform media yang lainnya. Mensikapi kejadian tersebut kita sebagai masyarakat tentu juga dituntut untuk tidak mudah tergiring terhadap framing dan opini yang kurang bertanggung jawabz apalagi hanya mementingkan sebuah konten yang bertujuan viral, tanpa melihat latar belakang kejadiannya terlebih dahulu.

Dari hasil penelusuran lapangan langsung, penulis sempat mendatangi beberapa sekolah penerima manfaat dari SPPG Gondangsari Pakis Magelang untuk mengetahui secara langsung bagaimana pelaksanaan kegiatan MBG di wilayah Pakis, sedikitnya ada 4 sekolahan yang kami kunjungi dengan melakukan wawancara langsung dengan pihak sekolah, guru, siswa siswi dan juga orang tua murid. Dari hasil penelusuran lapangan kami menyimpulkan, ternyata pelaksanaan MBG dari SPPG Gondangsari Pakis selama ini berjalan sangat baik, belum pernah ada komplain baik terkait menu, kesesuaian harga, rasa dan juga  waktu distribusi pengiriman, bahkan menu selalui di upload transparan bisa dilihat di akun resmi SPPG Gondangsari, hal tersebut bisa kita simpulkan bahwa SPPG Gondangsari Pakis Magelang sangat memegang profesionalisme dan konsistensi terkait pelayanan pemenuhan gizi terhadap penerima manfaat. Ketika kami mendatangi SPPG Gondangsari Pakis Magelang untuk mempertanyakan langsung hasil dari kegiatan peningkatan kapasitas yang telah dilaksanakan di sebuah hotel beberapa waktu yang lalu, Aslap SPPG Gondangsari  Ahmad Rifky Prayudi menjelaskan, selain melakukan koordinasi dengan mitra, dalam kegiatan tersebut SPPG Gondangsari mendapatkan inspirasi bagaimana bisa mengolah makanan tradisional seperti ketan srundeng bisa disajikan di hotel dengan penampilan yang menarik, dan hal tersebut di adopsi menjadi salah satu menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat dengan menambah sedikit kreativitas dalam topingnya, artinya kegiatan tersebut benar benar bermanfaat dan bisaa di implementasikan di dapur SPPG Gondangsari Pakis Magelang. Senada dengan hal tersebut kepala MBG Dr. Ir. Dadan Indayana menegaskan mewajibkan setiap SPPG untuk menyelenggarakan kegiatan buka bersama setidaknya satu kali selama bulan Ramadhan, selain sebagai sarana silaturahmi antara mitra dan SPPG kegiatan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk media belajar dan juga koordinasi.

Terhadap viralnya video tersebut, menurut penulis video tersebut merupakan framing untuk mengarahkan opini masyarakat bahwa kegiatan yang mereka lakukan bermuatan tidak peka dan tidak ber empati, padahal jika dilihat waktu pelaksanaannya sebelum kasus kasus menu MBG ramadhan yang kurang sesuai, itupun dari SPPG lain, bukan SPPG Gondangsari Pakis Magelang. Dari peristiwa tersebut, jika dibawa ke ranah hukum, ada dampak hukum terkait penyebaran video tersebut, jika SPPG Gondangsari ingin melaporkan pembuat dan penyebar video,  yakni dengan ancaman pelanggaran UU ITE UU ITE Pasal 32 ayat (1): Melarang pendistribusian dokumen elektronik milik orang lain tanpa izin, yang dapat dipidana penjara hingga 8 tahun dan/atau denda maksimal Rp2 miliar.
Pasal 310 KUHP: Terkait pencemaran nama baik, yaitu menyebarkan video yang merugikan atau memfitnah seseorang tanpa izin. Hal tersebut kembali kepada SPPG Gondangsari Pakis, apakah akan melanjutkan masalah ini ke ranah hukum atau tidak.

Kasus lainya yang tak kalah viral adalah adanya SPPG di Bojonegoro (dekat perbatasan Blora) melaporkan pengunggah video ke Polres terkait dugaan pencemaran nama baik mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di TikTok, per 25 Februari 2026. Laporan ini menanggapi viralnya konten menu yang dinilai tidak layak, memicu penyelidikan kepolisian.

Jika kita telusuri di media sosial Masalah yang sering dikeluhkan dalam pelaksanaan program MBG adalah ketidak sesuaian menu dengan harga yang sudah ditentukan, banyak masyarakat membuat story, status di media sosial kualitas dan menu yang didapatkan dirasa kurang sesuai dengan harganya. Persoalan lainya, masih adanya anggapan bahwa menu MBG dihargai perporsi 15 ribu rupiah, meski beberapa waktu yang lalu sudah dijelaskan oleh BGN, bahwa 15 rb itu masih harus di breakdown 8 ribu untuk porsi kecil 10 ribu untuk porsi besar, 3 ribu untuk biaya operasional 2 rb untuk pengembalian investasi mitra, namun banyak masyarakat yang masih belum mengetahui sepenuhnya, masalah lainya adalah kualitas menu yang kurang layak, yang paling banyak terjadi adalah buah yang berkulit seperti salak, pisang / jambu yang sudah tidak layak makan, hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab SPPG bagaimana memastikan dan menjaga kualitas makanan yang akan diberikan, sedangkan kasus lainya adalah keracunan,  meski akhir-akhir ini sudah sangat menurun angka keracunan makanan dari program MBG akibat penegakan aturan dan quality control yang ketat kepada pada SPPG.

Bagaimana kita bersikap ?

Dalam era teknologi informasi yang bebas seperti sekarang ini, Pelajaran bagi kita sebagai masyarakat awam, bahwa  kita dituntut harus bijak dalam bermedia sosial dan menyampaikan keluhan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku, meskipun setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat dan usulan bahkan dilindungi oleh undang-undang, namun penyampaian yang bijak dan tetap mengikuti norma dan etika bermedia sosial tetap harus dikedepankan.

Harus diakui bahwa implementasi program mulia ini masih terdapat kekurang-sempurnaan, namun pemerintah juga sudah melakukan berbagai upaya guna memperbaiki berbagai masalah yang terjadi seperti memberikan teguran keras, supend dan pemberhentian operasional kepada SPPG yang terbukti melanggar dan  tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebagai warga negara yang baik, tentu program ini harus kita ambil manfaatnya, karena sekencang apapun kita berteriak program ini merupakan program prioritas yang harus tetap berjalan dan sudah dianggarkan, jadi tidak mungkin dihentikan / dibubarkan begitu saja,  peran kita sebagai warga adalah tetap kritis dalam mengawal program mulia ini namun menyampaikan keluhan dengan cara yang bijak, sesuai peraturan dan menjunjung etika dalam bermedia sosial. Kita awasi secara ketat pelaksanaan program ini oleh para mitra dan SPPG, agar kita memastikan tidak ada kebocoran dan celah korupsi , mendorong mitra dan SPPG untuk bekerja secara professional dan amanah, dan yang paling penting kita bisa berkontribusi turut memastikan bahwa program ini tepat sasaran dan berdampak nyata dalam peningkatan gizi anak anak Indonesia, menuju generasi Indonesia yang sehat cerdas dan berbudaya.

Program ini bagi para penerima manfaat yang memiliki tingkat ekonomi menengah kebawah sangat membantu, dan Presiden Prabowo ingin menjamin rakyatnya tidak ada yang kelaparan, putus sekolah gara gara tidak memiliki uang saku dan kekurangan gizi, maka sudah seyogyanya kita sebagai warga masyarakat mendukung program ini berjalan sebaik baiknya, tidak mudah terpengaruh adanya framing dan hoax tentang MBG, apalagi framing bersifat politis yang di arahkan untuk menyerang dan mendiskreditkan pemerintah agar seolah program ini tidak berhasil. Jika ada keluhan kita juga harus adil dan fair, tidak dengan serta Merta menuduh dan menyalahkan presiden, BGN atau pemerintah, namun dilihat dulu akar masalahnya, jika SPPG yang terbukti nakal dan tidak amanah, kita bisa laporkan SPPG tersebut. BGN telah membuka kanal pengaduan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat disampaikan melalui Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) 127 yang disediakan oleh Badan Gizi Nasional, beroperasi 24 jam. Selain itu, laporan bisa melalui hotline 088293800268/088293800376 (hari kerja 09.00-22.00 WIB) atau via Instagram @mbg.watch untuk memantau kualitas makanan.
Kita pastikan program ini berjalan sesuai dengan harapan dan cita-cita bersama.
(AGUNG/ALBERT NUGROHO)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/