Demak, SUARABUANA.com – Upaya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga tingkat desa terus didorong pemerintah pusat. Di Kabupaten Demak, Polres Demak bersama warga Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, menggelar selamatan dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih, Senin (23/2/2026). Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas desa yang sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur hingga wilayah perdesaan.
Jembatan sepanjang 25 meter yang membentang di Sungai Setu, Dukuh Gabus, tersebut merupakan akses vital penghubung Desa Banjarejo dan Desa Wonorejo. Selain menopang mobilitas harian warga, jembatan itu juga menjadi jalur alternatif distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kapolres Demak, AKBP Samel, mengatakan pembangunan jembatan tidak hanya berdimensi fisik, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan. Ketika akses aman dan lancar, aktivitas ekonomi tumbuh dan situasi kamtibmas lebih kondusif,” ujar AKBP Samel.
Ia mengungkapkan, jembatan lama sebenarnya masih berdiri, namun kondisinya sempit dan pagar pengamannya rusak sehingga membahayakan pengguna jalan. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan tersebut kerap menimbulkan insiden kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas. Polri harus hadir di setiap persoalan yang berdampak pada keselamatan warga,” katanya.
Kepala Desa Banjarejo, Ali Nusiswanto, menyebut pembangunan jembatan sebagai jawaban atas kebutuhan lama warga. Ia menilai perbaikan infrastruktur tersebut akan mempercepat arus mobilitas sekaligus menekan risiko kecelakaan.
“Jembatan ini sangat vital karena menjadi penghubung utama antar desa dan akses alternatif warga. Setiap hari dilalui masyarakat untuk bekerja, sekolah, maupun distribusi hasil pertanian,” ujar Ali.
Ia menambahkan, kondisi jembatan lama yang sempit dan pagar pengamannya rusak membuat warga kerap waswas saat melintas.
“Kami bersyukur pembangunan akhirnya bisa dimulai. Pemerintah desa bersama masyarakat siap mendukung dan mengawal prosesnya agar berjalan lancar serta segera dapat dimanfaatkan dengan aman,” kata Ali.
Munthohar_Ershi



