Oleh: Mas Bro Bogor Raya
Bakul Kayu Pinggiran Jalan Sukahati.
Cp.0818.966.234
Masyarakat kecil bertempur habis-habisan, memeras keringat dan tenaga, hanya untuk memerangi kemelaratan yang kian menggerogoti di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Mereka berjuang bukan untuk kemewahan, tapi sekadar untuk bisa bernapas dan bertahan hari demi hari.
Di sisi lain, para pengusaha berjibaku menguras setiap potensi yang ada, memutar otak dan mempertaruhkan segalanya. Bukan hanya untuk keuntungan semata, tapi demi mempertahankan napas usaha serta menopang kehidupan ratusan bahkan ribuan keluarga yang bergantung padanya. Mereka berlayar di lautan yang tak menentu, berjuang agar perusahaannya tak karam diterpa badai ekonomi.
Namun, ironi terbesar terlihat di kalangan mereka yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom. Para pejabat yang hidupnya dibiayai oleh anggaran negara, uang rakyat yang dipungut dengan susah payah, malah sibuk dengan pertarungan ego. Mereka saling sikut, saling hantam, bahkan saling sandera demi mempertahankan jabatan dan kesempatan yang seharusnya digunakan untuk mengabdi. Sungguh memilukan! Sadarlah wahai para pejabat! Bersyukurlah atas nikmat jabatan yang kalian sandang! Jangan lupakan amanah dan selalu perhatikan nasib kaum tengah dan bawah yang masih berjuang keras demi sepotong harapan! Ingatlah, tahta yang kalian duduki adalah titipan, dan kekuasaan yang kalian pegang adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban!
Inilah fenomena kehidupan. Yang bawah berjuang untuk hidup. Yang tengah berjuang untuk bertahan. Sementara yang atas seringkali lupa diri dan berjuang untuk kepentingan sendiri.
#FenomenaKehidupan #MasBroBogorRaya #RealitaHidup #KataBijak #MotivasiHidup #PejabatAmanah #RakyatAdalahTuan



