DEPOK, SUARABUANA.com
Sudrajat warga kota Depok yang berprofesi sebagai penjual es kue jadul yang sempat viral di medsos, disambangi oleh Kapolres Depok Kombespol Abdul Waras.
Dalam kunjungannya itu, Abdul Waras memberikan bantuan modal usaha dan menyerahkan satu unit sepeda motor buat Sudrajat.
Sebagaimana dikutip dari detikNews, Kombes Abdul Waras dalam keterangan Persnya menjelaskan, kalau kedatangannya ke kediaman Sudrajat di Bojonggede itu adalah untuk bersilaturahmi. Mengingat Bojonggede termasuk dalam wilayah hukum Polres Metro Depok, meski secara administratif adalah bagian dari Kabupaten Bogor.
“Hari ini kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau,” ujar Abdul Waras, Selasa (27/1).
Sudrajat mengaku berterima kasih kepada Kombes Abdul Waras atas pemberian bantuan tersebut serta bersyukur kepada Tuhan dan juga ingin kembali berjualan es kue lagi tapi mengaku masih takut.
Sementara itu istri Sudrajat turut menyatakan rasa syukur atas kedatangan Kapolres Depok dan terlihat haru berlinang air matanya.
Diketahui sebelumnya, Sudrajat pedagang es kue, viral usai dicurigai menjual es kue yang disangka berbahan spons di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun kemudian, hasil labfor menyatakan bahwa es yang dijual oleh Suderajat berbahan hunkue yang aman dan layak dikonsumsi.
Terlanjur viral, aparat TNI dan Polri yang sempat mencurigai Sudrajat pun sudah menyampaikan klarifikasi. Keduanya, yakni; Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, kemudian menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu.
“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” tutur Aiptu Ikhwan dalam keterangan Persnya, kepada wartawan, Selasa (27/1).
Tentu saja permintaan maaf kedua oknum arogan itu, tidak bisa begitu saja menghapus luka hati seorang Sudrajat yang hanya pedagang kecil dan sudah diperlakukan dengan cara-cara tidak beradab itu. Sudah sepantasnya, jika pihak yang berkompeten segera memproses dan memberikan sanksi terhadap kedua oknum tersebut agar ada rasa keadilan di mata publik! (FC-Goest)



