Depok, SUARABUANA.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD dan SMP Negeri di Kota Depok Tahun 2026 kembali menjadi sorotan. Ferdy Ahmad Soleh Kepala bidang Investigasi LSM PORLAKĀ menemukan dugaan kejanggalan dalam proses seleksi, mulai dari peserta dengan nilai lebih tinggi yang tidak lolos hingga munculnya data yang dinilai tidak wajar dalam sistem.
Temuan beberapa masalah SPMB antara lain :
ā Manipulasi Data reting nama :Panitia SPMB diduga melakukan manipulasi rubah nama terutama pada jalur prestasi akademik maupun non-akademik.dan mutasi.
ā Permainan Sistem: Sistem aplikasi SPMB dianggap dirancang untuk membuka ruang kecurangan, dengan operator yang dapat mengendalikan sistem seenaknya sendiri.
ā Permintaan Bantuan: Adanya permintaan bantuan dan rekomendasi sekolah yang melibatkan oknum panitia sekolah
Atas temuan tersebut, Ferdy Ahmad Soleh mendesak instansi terkait untuk menganulir dan mengeluarkan siswa yang terindikasi masuk secara ilegal. Dirinya juga meminta pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan keadilan dalam proses penerimaan siswa baru.
Ferdy menilai Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru kurang transparansi, kurang sosialisasi ke bawah dan membuat masyarakat bingung untuk mengetahui info SPMB di kota Depok begitu sulit. Karena minimnya info untuk pendaftaran SPMB mengenai jalur sistem sehingga banyak sekali anak anak yang tinggal di sekitaran sekolah SD dan SMP negeri di Kota Depok sendiri tidak dapat di terima/di tolak bersekolah. Di SD dan SMP negeri di kota Depok.
Dampak dari adanya sistem yang kurang dipahami oleh orang tua yang mengakibatkan anak mengalami kerugian baik materil ataupun moril sehingga menghambat fungsi sosialnya.(gtt)
