Yogyakarta, SuaraBuana.com_
Pada hari kamis 28 Mei 2026 (28/05/2026) ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai refleksi bersama tentang pentingnya pengorbanan, toleransi, Kepedulian dan persatuan antarumat beragama demi menjaga keutuhan bangsa dan persatuan Indonesia.
Menurut Gus Wal, Idul Adha bukan sekadar perayaan ritual keagamaan, melainkan juga pengingat tentang nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.
“Idul Adha mengajarkan keikhlasan berkorban demi kebaikan yang lebih besar. Spirit inilah yang harus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia akan kuat jika seluruh elemen masyarakat mampu menjaga toleransi dan persatuan,” tegas Gus Wal.
Ia menilai, di tengah berbagai tantangan sosial, politik, dan maraknya provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat, seluruh pihak harus menahan diri dari sikap fanatisme sempit yang dapat merusak kerukunan nasional. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci ataupun menyebarkan narasi permusuhan.
“Bangsa ini dibangun di atas keberagaman. Karena itu Idul Adha harus menjadi pengingat bahwa pengorbanan terbesar hari ini adalah menahan ego kelompok, menghentikan provokasi kebencian mengatasnamakan agama, dan mengutamakan persaudaraan kebangsaan,” ujarnya.
PNIB juga mengajak generasi muda untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai toleransi dan perdamaian, khususnya di era digital yang dipenuhi arus informasi tanpa filter. Gus Wal mengingatkan bahwa media sosial kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, hingga propaganda khilafah, radikalisme, terorisme yang dapat mengancam persatuan dan keselamatan bangsa.
“Jangan mudah diadu domba oleh narasi yang memecah belah. Anak muda harus menjadi pelopor persatuan, menjaga semangat gotong royong, dan memperkuat rasa cinta tanah air,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Gus Wal berharap momentum Idul Adha tahun ini dapat mempererat solidaritas sosial masyarakat Indonesia serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Indonesia sebagai bangsa yang damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga menyembelih rasa kebencian, egoisme, dan permusuhan mengatasnamakan agama serta ideologi Trans Nasional wahabi dan khilafah bibit Tunas radikalisme anarkisme terorisme. Jika itu mampu dilakukan, maka Indonesia akan tetap kokoh sebagai rumah bersama yang indah bagi seluruh umat beragama,” pungkas Gus Wal. (AGUNG)
