BerandaJawa TimurPNIB : Ramadhan Ajarkan Persatuan Dan Lahirkan Kemerdekaan, Jangan...

PNIB : Ramadhan Ajarkan Persatuan Dan Lahirkan Kemerdekaan, Jangan Nodai Ramadhan Dengan Intoleransi Khilafah Terorisme

Banyuwangi, Suarabuana.com_
Ramadhan pada hakikatnya menjadi bulan menahan hawa nafsu melalui ibadah puasa. Umat Islam di seluruh Nusantara menyikapinya dengan berbagai tradisi yang meskipun berbeda-beda namun tujuannya sama, yaitu memohon keberkahan Allah SWT di Ramadhan bulan penuh hikmah dan ampunan.

“Umat Islam mendapat keistimewaan selama satu bulan untuk mensucikan lahir dan batin melalui ibadah puasa Ramadhan. Bulan istimewa ini sudah seharusnya dimanfaatkan umat muslim untuk menahan diri dari berbagai agenda unfaedah. Hentikan dulu propaganda khilafah dan radikalisme di medsos. Stop provokasi negara khilafah dari mimbar ke mimbar. Semua demi menghormati bulan suci Ramadhan jika kita merasa umat Islam” jelas AR Waluyo Wasis Nugoho (Gus Wal) Ketua Umum PNIB saat diwawancarai awak media.

PNIB sebagai ormas kebhinekaan anti intoleransi, radikalisme dan terorisme masih menganggap perjuangan melawan faham khilafah dan wahabi tidak boleh berhenti meskipun memasuki bulan Ramadhan. Gus Wal masih menemukan provokasi intoleransi, khilafah dan teroriame justru makin marak di tengah tengah masyarakat serta di medsos dan game online pada bulan Ramadhan.

“Seperti tahun tahun sebelumnya kaum sarabpatigenah memanfaatkan momentum keagamaan untuk menyebarkan intoleransi, khilafah dan terorisme. Yang harus diwaspadai adalah perbedaan awal puasa pengikut NU dan Muhamadiyah seringkali dijadikan ajang mengadu domba oleh kelompok ideologi transnasional. Perbedaan yang seharusnya menjadi rahmat justu oleh mereka dijadikan bahan memecah belah” lanjut Gus Wal.

PNIB menghimbau semua pihak untuk menghormati bulan Ramadhan secara konsisten. Menyadari bahwa selama sebulan sepakat menahan diri dari lapar, dahaga, nafsu dan Ankara murka untuk bersama-sama menjalankan perintah Allah SWT tanpa syarat.

“Mari kita saling mengingatkan semua perilaku negatif yang biasa terjadi sebelumnya, bisa dihentikan sejenak di bulan Ramadhan ini. Yang biasa korupsi berhenti sejenak di bulan Ramadhan, para mafia kasus stop dulu gratifikasi. Para bandar narkoba stop aksi transaksional selama bulan puasa. Ini semua menjadi bentuk toleransi kita sebagai sesama mahluk ciptaan Allah SWT. Kami segenap anggota PNIB dimanapun berada mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankannya. Semoga bangsa ini senantiasa diberikan berkah dan ampunan oleh Allah SWT dan tetap menjadi Indonesia yang santun, bersatu, berbudaya dan berbhineka tunggal ika di tengah derasnya arus globalisasi” BeberGus Wal.

Bagi Bangsa Indonesia, Ramadhan lahirkan Kemerdekaan dan persatuan, ramadhan bagi bangsa Indonesia seyogyanya juga menjadi ajang untuk menguatkan nilai nilai perjuangan, Toleransi dan moderasi beragama, Stop dan lawan segala bentuk Intoleransi, Penyebaran paham Khilafah Radikalisme Terorisme serta bagi kita yang berpuasa Ramadhan ini selain menjalankan ibadah juga wajib bagi kiranya untuk menghormati saudara kita yang tidak berpuasa sebagai amaliah kesabaran dan bersikap toleransi, jangan lagi ada sweeping terhadap warung ataupun rumah makan yang buka untuk menyediakan bagi mereka yang tidak berpuasa, kami meminta aparat penegak hukum Polri dan TNI untuk bersikap tegas kepada para pelaku sweeping warung/rumah makan, karena justru pelaku sweeping tersebut yang merusak dan menodai ketenangan, kesakralan dan kesucian bulan Ramadhan dengan aksi anarkisme, Intoleransi, radikalisme terorisme, Pungkas Gus Wal. (AGUNG)

suara buana
suara buanahttps://suarabuana.com/
https://suarabuana.com/