Tapanuli Utara, SUARABUANA.com 29 November 2025, 11:00 WIB – Secercah harapan muncul dari Desa Parsikaman kecamatan Adian Koting yang dilanda longsor, saat jurnalis Budi Cahyono mengabarkan keselamatan dirinya dan keluarganya. Namun, di balik kabar baik ini, terkuak fakta yang mencengangkan : skala bencana jauh lebih besar dari perkiraan.
Melalui pesan WhatsApp, Budi mengungkapkan bahwa jalur Sibolga-Tarutung dipenuhi 98 titik longsor. Bahkan, dari Parsikaman ke Tarutung, terdapat 48 titik longsor yang menghalangi akses. “Tim evakuasi belum dapat menjangkau daerah-daerah yang terdampak,” tulis Budi, menggambarkan betapa sulitnya situasi di lapangan.
Budi dan keluarganya sendiri harus berjuang sejauh 35 kilometer, menembus hutan dan jalanan yang hancur, demi mencari sinyal dan menghubungi orang-orang terdekat. Perjalanan panjang ini menjadi bukti betapa parahnya kerusakan yang ditimbulkan oleh longsor.
Selain itu, Budi juga menyampaikan kabar duka dan kekhawatiran. Adik kandungnya masih tertinggal di lokasi longsor, sementara istri rekan seprofesinya, Lukman, yang sedang dalam perjalanan ke Aceh Tenggara, belum diketahui keberadaannya.
“Istri Pak Lukman belum ada kabar… Mohon doanya,” tulis Budi, menyiratkan kepedihan.
Informasi yang disampaikan Budi juga mengungkap bahwa sedikitnya 74 warga di jalur Sibolga-Tarutung tewas akibat longsor. Tiga sopir truk bahkan meregang nyawa di dalam kendaraan mereka, tertimbun material longsor yang dahsyat.
“Semoga mereka yang meninggal diampuni dosanya… Dan kita semua dilindungi,” pungkas Budi, menutup pesannya dengan doa. (AHP)



